Ini kisah tentang perjalanan hidup saya yang saya jalani. Sebelumnya, perenalkan nama saya Mohammad Fikri Abdilah.Saya lahir pada tanggal 14 sept 1997.
Saya pada tahun 2004 kurang lebih saya umur 7 tahun dan saya saat itu masih TK tentunya, saya di tinggal selamanya oleh orang tua laki-laki atau di kenal dengan Ayah pada pukul 01.00 AM. Saya terbangun karena aku di kagetkan oleh suara Ibu yang berusaha mmbangunkan saya, dan menyuruhku untuk bersegera membangunkan seluruh saudara - saudara saya. yang masih terlelap dalam tidurnya .
Sunguh aku bingung pada saat itu karena aku tak tau apa yang terjadi, aku meliat ke arah ayah ku yang sedang berbaring dan kedua tangan yang menggenggam erat.
Setelah membangunkan keluarga, saya pun di suruh ibu untuk membangunkan Ibu bidan yang ada di depan rumah., cukup membingungkan kenapa harus dokter bidan yang di bawak ke rumah? Yah aku hanya menuruti itu semua karna aku masih belum tau apa yang terjadi.
Beberapa saudaraku ada yang menelfon keluargaku yang rumah nya tak jauh dari rumah....
.
Setelah tak kunjung keluar 1 jam pun telah berlalu. Akhirnya, beliau (Dokter Bidan) pun bangun dan membukakan pintu .
“ Ada apa, Malam malam gini kok panggil panggil?” Tanya bidan itu.
“ Aku nggak tau ,apa yang terjadi di dalam rumahku , ibuku menangis tanpa kenal lelah” jawabku.
Lalu berjalan lah kami menuju ke dalam rumah.
Satu demi satu pun tetangga mulai terbangun dan berdatangan ke rumahku.
Setelah Ayahku di cek oleh dokter dan ibuku pun bertanya, aku terkaget mendengarkan perkataan dokter bidan tersebut “Maaf bu, Suami Anda telah tiada”
Ibu pun menangis histeris saat mendengar kata itu, dan aku pun tebinang air mata di mataku, Namun tetangga tetanggaku yang menguatkan aku untuk tetap tenang.
Oh iya sobat, sebelum ayahku pulang kehadapan sang pencipta, malam itu aku pergi ke Tukang rambut untuk memotong rambutku yang sudah tak karuan panjangnya.
Menujulah aku dan ayahku ke tukang potong rambut langganan beliau setelah nyampai tenyata tukang rambutnya Tutup.
Ayah pun megajak aku untuk pergi ke TRS(Taman Remaja Surabaya) di situ lah kami bermain dan bercanda tawa. Hangatlah kasih sayang Ayah saat itu.
Tanpa terfikirkan apapun kalau malam itu aku terakhir bersamanya. Obat kenangan itu yang tak akan terlupakan dalam Hidupku,Pengalaman terakhir Bersama Ayahku.
Saya sangtlah sedih dengan saat itu,aku mencoba tegar Karena meliat Ibu dan kelurga menangis karena Kepergian ayah kehadapan sang kholik.
Hati saya sangat sedih pada saat itu karena kehilangan satu orang tua yang saya sayang.
Namun itu semua sudah ada dalam Catatan Tuhan,Inilah takdirku untuk kehilangan orang tua laki laki yang aku sayang.
Walaupun saya hanya sdikit bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah tetapi Aku yakin suatu saat nanti Allah akan mempertemukan kita didunia yang berbeda. Hati kecil Tetapi saya harus bangkit dari kesedian walaupun sulit tapi itu sudah catatan ALLAH SWT.saya tinggal bersama ibu saya yang kerjanya wiraswasta subhanallah perkejaanya dari siang sampai sore terus setiap hari.walaupun ibu sudah di tinggal SELAMANYA sama ayah, ibu tetap tegar dan berusaha kuat menafkai anak anaknya dan menyekolahkan saya DI SMP IT AL-USWAH.saya anak ketiga dari tiga bersaudara saudara saya, walaupun saya dulu pernah di tanyai oleh seorang guru “ Kamu berapa bersaudara dan kamu anak keberapa?”
Dengan lantang dan percaya diri aku pun menjawab “ Aku anak ke 3 dari 2 bersaudara”
Lalu teman temanku pun menertawakanku. Aku sungguh tak mengerti berfikir apa apa selain Memfikirkan “apa yang di tertawakan oleh teman temanku?” ok,Aku menyadarinya karena aku salah menyebutkan Angka saudaraku seharusnya aku menjawab “ Anak ketiga dari tiga bersaudara” namun itu semua sudah menjadi bubur,Dan hal konyol it tak bisa Kulupakan.
Semuanya perempuan ,kakak yang pertama kuliah di unair dan kakak yang kedua sudah menikah dan dikaruniai satu anak yang bernama EZZA RAHMA SALSABILA.
Saya akan menceritakan tentang perjalanan hidup saya walaupun tidak semua tetapi sudah setengah yang saat ini saya jalani. Saya adalah orang kurang pintar dalam pelajaran tetapi saya tidak bodoh karena saya jujur “malas belajar”.Namun itu semua hilang pada saat kelas 9 aku berusaha untuk menyukai Semua mata Pelajaran UNAS.
Saya kelas 9 iinipun sadar betul MATEMATIKA iu akan indah jika kita Faham semua tentang rumus rumusnya.
Jujur waktu saya kelas 7-8 saya kurang senang sama pelajaran MATEMATIKA karena pelajaranya MENGHITUNG terus dan bikin pusing tentunya..,PELAJARAN yang saya sukai adalah IPS karena ilmu pengetahuan sosial karena mengandung Makna bagaimana kita melestarikan lingkungan disekitar kita dan PPKN juga tentunya karena disitu mengandung bagaimana kita harus mematuhi lalu lintas,peraturan-peraturan,UU 45 dan bagaimana kita bersolisasi dengan Orang Orang di sekitar.
Tetapi aku pu muai membangun anggapan bahwa : “PRESTASI itu tidak harus dari AKADEMIS tetapi juga bisa dari OLAHRAGA dan dari Kesenian Kesenian Khas indonesia dan masih banyak juga tentunya cara yang lain.”
Bukan berarti Pendidikan akademis itu ngga penting juga loh! Banyak atlet yang Pintar , Banyak Atlet yang beralih Menjadi professor.
Bentar bentar emang ada Atlet yang beralih menjadi professor? Aku ngga tau soalnya aku belum Melakukan penelitian. Oke ,ku akui itu hanya Imajinasiku saja.
Apa jadinya kalau kita jadi Atlet tapi kita tak pintar? Ya,kita akan di bodohi sama orang yang ingin menyelewengkan kemampuan kita untuk kepentingan diri nya sendiri dan dengan menggunakan jiri payah kita sendiri Uang akan masuk ke kantongnya orang itu.
Saya mempunyai citan-cita yaitu Mati Syahid di Jalan Allah ,Membahagiakan orang tua, menjadi POLISI bukan Polisi tidur lo yah! Kasihan bener polisi tidur itu masak setiap orang meewatinya pasti ia akan di injek ,Percaya ? itu terserah Anda.
Menjadi ATLET badminton,ATLET silat,menjadi Pendak-wah lewat lagu lagu islamiah, dan menjadi Penulis yang di kenal dengan Karyanya bukan Gosip-nya ,
tiada yang mustahil bagiku utnuk bisa menggapai semua itu, namun aku pun mempunyai prinsip yang dapat menggugah semangat aku
“MIMPI ADALAH KUNCI UNTUK MERAIH CITA-CITA”.
SAYA BISA!!Walaupun orang orang menyangka cita-cita saya POLISI mustahil untuk tercapai karena mata saya sejak kecil yang kanan -5/rabun jauh dan yang kiri -3,dulu saya -3 sama -2 ternyata minesnya semakin bertambah karena saya sering Main didepan komputer dan “SAYA MELALAIKAN PERINTAH OR ANG TUA untuk minum jus tomat dan mengurangi main didepan komputer yang tidak ada gunanya(kata orang tua saya).jadi jangan ditiru ya and jangan MELALAIKAN PERINTAH ORANG TUA karena itu juga untuk kebaikan anda. Dan Jadikan ceemohan yang melecehkan diri kita itu sebagai Penguat Mental kita kedepanya.
Tapi saya tetap berusaha semaksimal mungkin untu meraih cita” saya walaupun itu mustahil bagi orang” namun saya mempunyai prinsip “MIMPI ADALAH KUNCI UNTUK MERAIH CITA-CITA”.
Aku yakin dimana ada usaha pasti di situ ada jalan , dimana ada usaha yang maksimal di Situ ada Harapan. Sesuatu yang kita lakukan dengan usaha yang maksmal akan mendapatkan Nilai yang maksimal juga nantinya.
Ku akan Berusaha demi menggapai cita cit yang aku inginkan itu, au ingin membahagiakan orang tua, aku ingin menjadi Atlit dan aku igin mngusai seluruh Bidang olahraga. Mungkin sobat merasa aku terlalu optimis? Namun itu semua adalah Prinsipku yag akan ku bawa selama Hidupku.
Semua orang itu pasti punya kelebihan dan kekurangan. Seorang yang istimewa adalh seorag yang bisa menjadikan kekurangn itu sebagai kelebian ,Kelebian yang dapat mngantarkan kita ke dunia Haraapan dan Berusaha agar tidak mnjadikan kekurangan itu sebagai bahan ejekan Orang.
Namun kadang manusia kurang mensyukuri nikmat yang sudah di berikan oleh-Nya, dan menganggap Tuhan itu tak Adil kepada kita?
Padahal Tuhan itu maha adil dan Maha pengasih.
Coba kita bayangkan kalau kita menganggap Tuhan itu tak adil karna sudah memberikan kekurangan? Ya kadang manusia kurang mensyukuri Nimat yang telah di berikan.
Namnu apa jadinya jika kita di berikan Oksigen dan Alam yang sejuk ini untuk di kontrak? Dan setiap tahunya di suruh bayar?
Apa jadinya jika suatu saat nanti kita mempunyai dua Mata dan dua telinga ada tariff perbulanya? Ya, itu sama aja kayak pembayarn listrik karena ada tariff perbulanya.
Sungguh Tuhan maha penyayang, Maha pengasih Sungguh orang yang telah Berbicara (Tuhan tak adil )seperti itu lah orang orang yang akan menghuni neraka .
“BUATLAH CITA-CITA SEBANYAK MUNGKIN DAN TETAP OPTIMIS ANDA BISA MERAIH CITA-CITA ITU”
Dibuat oleh:M.fikri abdilah
Tgl:4 january 2011
Salut deh buat Fikry, Asah terus kemampuanmu, jangan merasa bosan untuk menulis, dan insya Allah bisa berkembang ke cakupan yang lebih luas dengan dibarengi banyak membaca, Semangat ya Fik
BalasHapus