Penampilan adalah sesuatu yang penting buat aku, bahkan bagi orang orang atau artist artis penampilan itu penting karena untuk menjaga image tentang anggapan orang lain terhadap dirinya. Sesuatu yang aku pentingin nomor satu dari penampilan aku adalah bau ketek, k - e - t - e - k! Yes! KETEK!
Sudah banyak yang protes dengan keadaan ini, terutama temen temen SMA aku dulu, iyalah sahabat yang bener bener sahabat akan ngomongin apa adanya ke kita, nggak topeng! Asal tau aja, aku pernah mengoleskan ketek ini pake hensenitizer (maaf kalau salah tulisan, tapi maksudnya sama kok!) akan tetapi jadinya tangan ku yang bau...
Diodoran juga biasanya membuat ketek dari yang putih bersih menjadi hitam cemerlang. Bahkan mengkilat. Intinya, semua ingin mempunyai penampilan yang perfecto alakadabro lah saat jalan jalan, entah itu jalan sama pacar, ataupun sahabat. keluarga? gak mungkinlah aku berpenampilan perfecto alakadabro saat jalan jalan sama kakak, ataupun Ibu, kadang aja pake celana pendek dengan rambut acak acakan, kadang juga pake kaos aja yang biasanya buat tidur. hmm...
Aku pernah mengalami kejadian sangat sangat buruk, bahkan kejadian itu nggak bisa membuat aku tidur kalau itu belum ngantuk. Saat itu aku sedang dikamar mandi di sekolah SMP ku, yang aku lakuin saat itu adalah membersihkan tangan aku yang penuh dengan lumpur...maklum kuli.hmmm
Sedang asyik asyiknya ngebersihin tangan aku tiba tiba muncul sesosok makhluk yang muncul dari pintu, ternyata itu adalah adek kelas aku si radith, aku tetep dengan aktifitas aku saat itu membasuh tangan. Tiba tiba tak ada petir tak ada hujan Radith nyamperin aku dan posisi kami saat ini berjejeran...Awakward momment!!! Aku masih ingat ekspresi dia saat itu,muka bahagia memperlihatkan seluruh gigi giginya yang penuh dengan rumah siput dan kotoran babi. Lamunan aku terkagetkan oleh omongan dia yang tiba tiba bicara nyeletuk gak pakai izin,dan ngeluarin KTP. Dia bilang :
‘Mas,badan kamu kok bau ya ?’ tanya dia samar.
Hening 5 menit.
terakhir terakhir dia ngasih saran, lebih tepatnya anggapan saran dia bagi aku adalah sebuah hinaan yang halus yang mungkin dianggap saran bagi Radith .
‘Mangkanya pakai diodoran mas!’
Muka aku langsug merah, dan dengan ekspresi datar. Hanya bisa diam dan tak bisa berkata. Tapi hanya bisa menulis ini. heheheh
Hening.
Akhirnya Radith meninggalkan aku .
BERSAMBUNG...
EPISODE 2
TAMAT
Radith nggak tau palingan gimana lebatnya bulu ketek ini sehingga dapat melontarkan aroma yang khas yang bisa mengalahkan deodoran yang aku pakai. Ingin suatu saat aku tunjukkin ke Radith bulu ketek ini,tapi sayang aku orangnya pemalu. Apalagi sama orang yang aku suka, bisa bisa salting sendiri // LGBT STORY //
Bulu ketek aku ini mengingatkan aku pada orang gila yang biasanya lewat sambil cengar cengir didepan rumah aku. Orang gila yang selalu bangga dengan bulu keteknya, entah maksudnya dia apa, ngumbar aurat dihadapan publik dan disaksikan oleh agent agent terkenal DAN JADINYA PUBLIC AGENT!! Wooooo... haung...... tapi yang agak aneh dia selalugak pakai baju saat lewat depan rumah, sehingga terlihat dengan jelas bulu bulu auratnya berkibar kemana mana terkena hembusan angin, melambai lambai seperti bendera yang berkibar. Aku rasa jenis bulu ketek orang gila seperti bendera yang berkibaran diudara. Hanya PASBER ( pasukan barbershop ) lah yang bisa menurunkanya..
HAUUUNGGG
.
Kembali ke cerita, temen temen banyak yang mempunyai pendapat kalau penampilan itu nggak penting, tapi nyatanya omongan mereka tak seperti apa yang dilakukan. Ini ini Aku ada bukti, saat itu nggak ada pelajaran di kelas, kebiasaan anak anak kalau gak ada pelajaran adalah cerita cerita pengalaman, saat pas aku lagi enak cerita cerita dan kumpul bareng sama temen temen, tiba tiba ada lipstik yang terjatuh, entah itu jatuh dari mana aku gak tau. Yang pasti bukan hantu dan jin yang makai, nggak mungkin ada jin dan hantu yang memakai lipstik, adanya itu ya hantu gaul yang suka di gauli sama temen seperhantuan. Ngomong apasihhhh..... haung... pas aku tanya itu punyaanya siapa gak ada yang ngaku, Sudah seperti kentut gitulah, habis keluar baunya tak berpemilik. SELALU!
‘Penampilan itu bukan Segala galanya, fik!’ kata kata temen yang selalu aku inget. Aku bingung dengan kata kata itu. Aku udah pakai deoodoran aja masih diejek sama adek kelas, gimana kalau gak pakai ? mau taruh dimana muka ini?Muka mantan? Iyasih muka mantan kan kayak pantat.
Kata temen temen, aku itu orangnya metroseksual dan progessif sekali dengan penampilan terutama bau badan, tapi masih sering kebobolan sama bau badan. Aku menerima anggapan kalau aku itu cowok progessif tapi kalau metroseksual kayaknya enggak deh, menurut aku ya....orang orang metroseksual rata rata isinya LEKONG semua.. pernah nggak sih punya temen metroseksual, setiap hari bawaanya parfum, sabun, shampoo, kadang dia juga kalau macet dijalan sering mandi dijalan juga... rata rata sih ganteng, tapi sayang dia pecinta ganteng jugaa...
Sososossooo?
Aku mulai tanya tanya ke tetangga, gimana cara ngilangin bau ketek, jawabanya pun simpel aja ‘Minum Jamu!’
*BERAS KENCUR*
Sebelumnya aku nggak pernah sama sekali minum jamu apalagi jamu untuk ngilangin bau ketek, minum jamu itu pilihan. Seperti hidup juga. Kadang pahit tapi harus diterima....haung... Inilah jalan satu satunya untuk ngilangin bau ketek!
Saat itu aku sedang libur sekolah jadi aktifitas aku saat itu nonton tv ( benteng takeshi) - matiin tv - nonton tv- matiin tv - peluk guling - buang guling - sampai seterusnya gitu aja. tiba tiba, gak hujan tiada badai terdengar dari dalam suara ‘TING TING’ suara seperti ... ahay tukang jamu is come back to me! Dan.. dan ... dan tiba tiba terdengar suara samar ‘Jamu ,Jamu , Jamu ‘ suara perempuan yang udah rada' tua teriak teriak sambil membawa jamu yang ada diatas spedanyaa..
Aku bangun dan loncat dari kasur, darrr....*kepleset ini ceritanya* Aku lupa kalau lantainya habis di PEL. Alhasil, terpeleset didepan kasur membuat tangan dan pantat tak berdaya. Saat aku kepeleset, aku masih teriak teriak “Jamuu , Jamuu” entah bagaimana cara pola berfikir sehingga saat itu aku jatuh pun masih teriak teriak begitu ......... dengan harapan tukang jamunya akan berhenti dulu.
Aku berdiri dan memegang kedua pantat aku ,sangat sakiit jatuh bebas seperti itu,aku jalan sedikit demi sedikit menuruni anak tangga yang kehilangan bapaknyaa..kasian dia ana anak tapi uda diinjak injak....
sesampainya dibawah aku bertemu ibu, lalu dia bertanya ke aku
‘Kenapa kamu,Fik?Ambeyen?!’
Ibu aku sangat sangat lah perhatian sama aku,sampai sampai saangking sayangnya pertanyaanya jadi ngelantur begitu.
“Bukan, tadi habis kepeleset gara gara lantai yang habis di pel” jawab aku sambil meringis sakit..
“ oh, kamu mau jamu ta ? ‘
“Mau nggak ,mumpung belum bayar nih,sekalian.” tanya Ibu sekali lagi
“ Iya Mau, ta..pii.. jamu...? “ aku mendadak gagap.
“ Jamu apa? “
“ Jamu yang bisa ngilangin bau ke...le.ee..k” jawab aku agak ragyu
Aku tetep malu bilang aib ini, meskipun ke orang yang ngelahirin aku sendiri
“Oalah “ jawab ibu sambil perlahan meninggalkan aku.
Aku rebahan diruang tamu dan masih diiringi sakit yang ada dipantat sehingga memaksa aku untuk tengkurap di ruang tamu. 15 menit Ibu menghampiri aku sambil membawa plastik yang berisikan jamu, jamu yang berwarna cokelat kehitam hitaman hampir sama seperti air got depan rumah yang pernah aku buat renang.
“ Nih!” ibu aku menyodorkan plastik yang sedang dibawaanya.
“ Iya” jawab aku pelan.
Ini dia penampakanya : *Muntah*
Dengan gagah berani aku mencoba meminumnya , aku beranjak dari tempat duduk dan langsung menuju dapur untuk mengambil gelas. Aku bingung harus meminum dengan cara gimana, apa seperti orang orang yang biasanya pas meminum jamu nutup hidung pakai tangan, atau nutup mulut pakai tangan masuk lewat hidung. LIMBAT BOS..
Aku menelan ludah. Setelah aku meminum habis tu jamu, dapat disimpulkan kalau jamu itu rasanya pahit.. untung ada penawarnya yaitu SINOM.. seperti surga rasa sinom saat itu.
Sejak saat itu..aku jalan, entah itu kemana tujuanya tanpa pakai parfum atau diodoran pun aku nyantai, tapi kadang masih gentayangan sih baunya.. nggak kadang sih, sering jugaa... baunya masih tetep saja...yey.. apa mungkin bau ini suatu turunan dari keluarga ya?